-
23
Nov
Ceritanya, saya mau curhat. Hehehe
Meski saya punya kecenderungan individualis, saya tetap tidak bisa jauh dari orang lain. Yang namanya orang hidup, pastilah beraktivitas. Dan aktivitas ini biasanya menimbulkan bunyi-bunyian. Bahkan orang tidur pun beraktivitas. Misalnya mengorok, melukis pulau, dan sebagainya
.
Dari berbagai aktivitas manusia ada beberapa yang tidak saya sukai. Alasannya bisa macam-macam, mulai dari yang tidak masuk akal sampai yang sangat tidak masuk akal
. Oke, akan saya bahas satu persatu.
- Suara orang ngrasani (ngomongin kejelekan) saya
Kalau yang ini meski nggak suka, tapi bikin penasaran. Jadinya pengin nguping kalau ada kesempatan. Kadang-kadang telinga saya tajam, lho. Awas kena! Hehehe
- Suara motor yang di-gas keras-keras
Bikin hati miris dan kasihan juga sama motornya. Bukan orangnya. Hehehe
- Kothekan
Jangan berfikir tentang pakaian dalam para lelaki Papua, ya! Hmm.. susah juga mendeskripsikannya. Kothekan adalah: nge-drum nggak pakai drum, tapi pakai meja, kursi, kaleng, dan sebagainya. Biasanya kalau mendengar orang kothekan di dekat saya, saya menyingkir. Atau tetap di tempat dengan memendam perasaan. Sebenarnya ada juga kothekan yang bagus. Biasanya dipakai untuk pertunjukan. Yang ini saya jarang mendengarnya. - Suara be’ol dan kencing saya sendiri
Maksudnya saya nggak suka kalau suara ini sampai didengar orang
. Malu ah. - Suara “Ck“
Entah kenapa saya terganggu dengan suara yang mirip suara cicak ini. Suara “Ck” menandakan keluhan atau kekecewaan. Apalagi “Ck” ini diucapkan berkali-kali pakai jeda. Apalagi “Ck” ini ditujukan kepada saya
. Tapi kalau diulang-ulang nggak pakai jeda (Ck Ck Ck Ck) itu berarti kekaguman
. Yang ini saya suka. Apalagi kalau ditujukan kepada saya. Hahaha
- Lagu Tak Gendhong dan Bagun Tidur-nya Mbah Surip
Saya tidak menyalahkan Mbah Surip. Cuman saya nggak suka saja. Menurut saya lagu ini aneh dan wagu. Mungkin karena saya juga aneh dan wagu, jadi takut tersaingi, Hahaha
- Suara ngeres
Bukan suara orang ngomong ngeres ya. Suara ngeres misalnya, dua batang bambu yang digesekkan. Hiiiy! Bikin merinding. kalau dengar suara ini rasanya pengin kabur atau menjitak orang yang main-main bikin bunyi jijay ini. - Suara orang ngomong jorok atau misuh-misuh
Nggak sukanya karena kalau dengar ini hati jadi nggak enak. Kenapa jadi nggak enak? Yaa.. Nggak enak aja
- Bunyi orang makan
Misalnya bunyi mulut “cap cap cap,” atau bunyi sendok yang beradu dengan piring. Yang ini agak mengganggu. Tapi kalau waktu mendengar bunyi ini saya juga lagi makan, kata “agak” perlu dihapus. Kadang-kadang kalau sambil makan saya membaca atau memikirkan yang lain, bunyi ini nggak berpengaruh karena perhatian teralihkan. Oh iya, saya juga kurang suka sama bunyi sendawa. - Bunyi gemericik air dari keran yang bocor
Yang ini membuat saya sedih melihat air yang terbuang sia-sia. Kalau bisa saya setop airnya ya saya setop. Atau minimal saya carikan ember untuk menampung airnya. - Bunyi anjing yang menyalak keras-keras
Sebenarnya kalau itu anjing mau diam sih kelihatan lucu. Kalau nggak nakal saya mau kok menggendongnya. Sayangnya kebiasaan buruk kebanyakan anjing itu kok langsung mengintimidasi orang asing yang masuk wilayahnya.
Oke lah. Sepertinya cukup. Di sini saya tidak bermaksud menyindir orang-orang tertentu. Saya cuma pengin curhat. Pada beberapa kasus saya tetap bisa memahami berbagai gangguan suara yang saya alami. Dan yang paling penting adalah: tulisan ini sangat subyektif. Mohon maaf bila ada kesalahan. Silakan mengoreksi dan memberi masukan
.
Incoming search terms for the article:
bunyi suara yang di tulis bisa ngomong, kenapa telinga ada bunyi ck ckTulisan terkait:
- Kategori: Pribadi


14 komentar untuk “Bunyi-bunyian yang Tidak Saya Suka”
Mar, sama domz aq jg benci ma yg sampean deskripsikan diatas tp beberapa which is terlalu ga penting buat di pikirin, cekikiki, btw aq pernah dapet pengalaman buruk dg ini host gretongan T.T mar udah liat faq.nya blom?
Aku juga kecewa sama hosting ini. Katanya no ads kok di bawah dikasih javascript. Yang ini kayaknya FAQ sudah aku baca. Yang penting baca dulu review dari orang2
Dari 11 point semuanya yang ditulis disini. Boleh saya hitung meski tidak dinomeri. He…He… Saya rasa 10-nya memang semuanya pantas untuk bikin kita tidak menyukainya.
Kalau khusus untuk lagunya Mbah Surip, bukankah maksudnya hanya buat melucu aja? Kalau saya memaknai arti filosofi dari kata digendongnya adalah mau melayani orang lain dengan setulus hati. Bukan nggendong beneran seperti di video klipnya.
Wah, sepertinya bagus kalau dinomori. Seperti gaya tulisan pak Joko. 8 Cara Untuk… bla bla bla. Patut dicoba.
Terima kasih telah menyempatkan waktu untuk berkunjung
baik mar, aq mw ikut curhat juga, tentang layanan host yg sdg km pake ni, maap lo ya bukannya mw nakut2in, dulu ceritanya aq ikut tuh, da d approve paketnya, udah deh instal2 software, yg terakhir wp, kustom d sana sini dan plugina.nya ke esokan harinya, duar… ilang bahkan tanpa pemberitahuan blas, *biasanya d host yg pnah q pake laen ngasih noti gitu* sebel, marah, ngambek ah mbuh ah, hahaha,
sbg referensi aja mgkn bs coba di http://myfirehost.com atau di http://bplaced.net terbukti reliable dan penuh dg tanggung jawab, kaga kyk yg diatas kaga tanggung jawab blas atas hilangnya data pelanggan…
saya pun mengalami hal yang nyaris kurang lebih sama.. gak suka pada beberapa hal di atas.. terutama yang mengganggu seperti cara makan yang berdecap, sendawa, dll. terganggu juga dengan suara kentut dan baunya.. ugh.. sangat mengganggu..
hihihi.. jadi ikutan curhat disini..
@Adib: Maturnuwun atas saran hostingnya. Kalo untuk jangka panjang kelangsungan hosting memang penting. Nanti kalo sudah bisa online pake komputer bakal aku pelajari. BTW, ngasih 2 link di komentar dianggap spam sama WP
@Luvie: Kita banyak kesamaan ya Mbak. Apakah saya cenderung feminin atau sampeyan yang cenderung maskulin?
moso sih mar? hihi yawudah di hapus aja mar lok gituuuuu, baru ngerti akuw haha
asalamu alikum…..ikutan mampir yo kang mardi….nuwun
Mau ikutan ke mana?
Oke, terima kasih telah mampir
Saya juga tidak suka dengan semuanya. Termasuk gending yang wagu ituh. Tapi ada satu hal suara yang saya tidak suka atau cenderung phobia, yakni suara mirip ketukan pintu ” thok…thok…thok…”…. Entah kenapa saya sangat nggak suka. Trus untuk point ke 3 “Kothekan” itu menurut saya seharusnya “Klothekan”…. Makasih.
Klothekan ya? Kayaknya itu benar. Mungkin telinga ini kurang peka
sebagian dari suara itu, saya juga gak suka..!
Hahaha…… (saya tertawa-tawa membaca tulisan sampeyan…). terima kasih telah menghibur saya.
Saya mengira Sampeyan orangnya “sepertinya” polos dan sangat fitrah sekali…. tetapi saya tidak tahu apakah sampeyan suka mengungkapkan ketidaksukaan sampeyan tsb jika sampeyan tengah menghadapinya. (entah kenapa terfikir begitu oleh saya…)
karena — selain tertawa — saya langsung koreksi diri bahwa sepertinya saya suka yang menimbulkan bunyi-bunyian yang orang lain tidak suka…
rasa sejuk saja mendengar apa yang sampeyan ungkapkan….
Mengenal Diri melalui Rasa Hati.
salam kenal yah…
thanks anyway….
wassalam
Tinggalkan Balasan