Ceritanya, saya mau curhat. Hehehe :)

Meski saya punya kecenderungan individualis, saya tetap tidak bisa jauh dari orang lain. Yang namanya orang hidup, pastilah beraktivitas. Dan aktivitas ini biasanya menimbulkan bunyi-bunyian. Bahkan orang tidur pun beraktivitas. Misalnya mengorok, melukis pulau, dan sebagainya :) .

Dari berbagai aktivitas manusia ada beberapa yang tidak saya sukai. Alasannya bisa macam-macam, mulai dari yang tidak masuk akal sampai yang sangat tidak masuk akal :) . Oke, akan saya bahas satu persatu.

  1. Suara orang ngrasani (ngomongin kejelekan) saya
    Kalau yang ini meski nggak suka, tapi bikin penasaran. Jadinya pengin nguping kalau ada kesempatan. Kadang-kadang telinga saya tajam, lho. Awas kena! Hehehe :D
  2. Suara motor yang di-gas keras-keras
    Bikin hati miris dan kasihan juga sama motornya. Bukan orangnya. Hehehe :)
  3. Kothekan
    Jangan berfikir tentang pakaian dalam para lelaki Papua, ya! Hmm.. susah juga mendeskripsikannya. Kothekan adalah: nge-drum nggak pakai drum, tapi pakai meja, kursi, kaleng, dan sebagainya. Biasanya kalau mendengar orang kothekan di dekat saya, saya menyingkir. Atau tetap di tempat dengan memendam perasaan. Sebenarnya ada juga kothekan yang bagus. Biasanya dipakai untuk pertunjukan. Yang ini saya jarang mendengarnya.
  4. Suara be’ol dan kencing saya sendiri
    Maksudnya saya nggak suka kalau suara ini sampai didengar orang :D . Malu ah.
  5. Suara “Ck
    Entah kenapa saya terganggu dengan suara yang mirip suara cicak ini. Suara “Ck” menandakan keluhan atau kekecewaan. Apalagi “Ck” ini diucapkan berkali-kali pakai jeda. Apalagi “Ck” ini ditujukan kepada saya :) . Tapi kalau diulang-ulang nggak pakai jeda (Ck Ck Ck Ck) itu berarti kekaguman :D . Yang ini saya suka. Apalagi kalau ditujukan kepada saya. Hahaha :D
  6. Lagu Tak Gendhong dan Bagun Tidur-nya Mbah Surip
    Saya tidak menyalahkan Mbah Surip. Cuman saya nggak suka saja. Menurut saya lagu ini aneh dan wagu. Mungkin karena saya juga aneh dan wagu, jadi takut tersaingi, Hahaha :D
  7. Suara ngeres
    Bukan suara orang ngomong ngeres ya. Suara ngeres misalnya, dua batang bambu yang digesekkan. Hiiiy! Bikin merinding. kalau dengar suara ini rasanya pengin kabur atau menjitak orang yang main-main bikin bunyi jijay ini.
  8. Suara orang ngomong jorok atau misuh-misuh
    Nggak sukanya karena kalau dengar ini hati jadi nggak enak. Kenapa jadi nggak enak? Yaa.. Nggak enak aja :)
  9. Bunyi orang makan
    Misalnya bunyi mulut “cap cap cap,” atau bunyi sendok yang beradu dengan piring. Yang ini agak mengganggu. Tapi kalau waktu mendengar bunyi ini saya juga lagi makan, kata “agak” perlu dihapus. Kadang-kadang kalau sambil makan saya membaca atau memikirkan yang lain, bunyi ini nggak berpengaruh karena perhatian teralihkan. Oh iya, saya juga kurang suka sama bunyi sendawa.
  10. Bunyi gemericik air dari keran yang bocor
    Yang ini membuat saya sedih melihat air yang terbuang sia-sia. Kalau bisa saya setop airnya ya saya setop. Atau minimal saya carikan ember untuk menampung airnya.
  11. Bunyi anjing yang menyalak keras-keras
    Sebenarnya kalau itu anjing mau diam sih kelihatan lucu. Kalau nggak nakal saya mau kok menggendongnya. Sayangnya kebiasaan buruk kebanyakan anjing itu kok langsung mengintimidasi orang asing yang masuk wilayahnya.

Oke lah. Sepertinya cukup. Di sini saya tidak bermaksud menyindir orang-orang tertentu. Saya cuma pengin curhat. Pada beberapa kasus saya tetap bisa memahami berbagai gangguan suara yang saya alami. Dan yang paling penting adalah: tulisan ini sangat subyektif. Mohon maaf bila ada kesalahan. Silakan mengoreksi dan memberi masukan :) .


Incoming search terms for the article:

bunyi suara yang di tulis bisa ngomong, kenapa telinga ada bunyi ck ck

Tulisan terkait:

  1. Sebaiknya, apa yang perlu saya tulis di sini?
  2. Saya Ini Orang Miskin
  3. Privasi di Tempat Umum: Hal yang Sering Kali Terabaikan