Dermawan, Bukan Koruptor

Rinto, murid kelas 5 SD, merasa malu karena ayahnya dikatakan sebagai koruptor.

Rinto: Papah korupsi ya?
Darman: Ah, enggak. Siapa yang bilang begitu?
Rinto: Kata teman-teman Papah melakukan penyuapan.
Darman: Enggak benar itu. Sudah, jangan kamu bahas lagi. Nih, 500 ribu.
Rinto: (Sambil mukanya berseri-seri) Buat apa nih Pah?
Darman: Buat ntraktir teman-teman kamu. Bilang sama mereka kalau Papah itu dermawan, bukan koruptor.

Benar-benar Salah

Seorang dosen melakukan kesalahan ketika menyampaikan kuliah. Salah satu mahasiswanya mencoba membetulkannya.

Mahasiswa: Kaisar Nero berasal dari Romawi, Bu. Bukan Yunani.
Dosen: Wah, kamu berani membantah. Kamu kan sudah tahu kalau di sini peraturannya ada dua. Satu: Dosen selalu benar. Dua: Kalau dosen salah…
Para Mahasiswa menjawab serentak: Dosen benar-benar salah!

Fast-Book

Cindy yang sok gaul kembali menjalankan aksinya. Kali ini sasarannya adalah Tarmini, siswi yang super duper kuper.
Cindy: Eh, Culun! Loe pasti nggak bisa main Facebook?
Tarmini: Bisa kok.
Cindy: Mana? Gue pengin lihat!
BLETAK! Dengan tiba-tiba sebuah kamus Bahasa Inggris melayang mengenai muka Cindy.
Cindy: #^%*! &@#^%^%! ##&^&^! (Disensor) Sialan loe! Maksud loe apa sih!?
Tarmini: Kan loe tadi pengin dilihatin Fast Book? (Sambil cengengesan)

Catatan: Semua lelucon yang saya tulis adalah asli dari lamunan saya sendiri. Terima kasih buat teman-teman yang memberi inspirasi. Kalau di-kopi di tempat lain, tolong dikasih sumbernya, ya! :)


Incoming search terms for the article:

mari hemat energi fans page

No related posts.