Yang sedang booming di dunia maya saat ini adalah website-website social media. Menurut Wikipedia,

Social media is media designed to be disseminated through social interaction, created using highly accessible and scalable publishing techniques.

Yang saya terjemahkan menjadi:

Social media adalah sebuah media yang dirancang untuk disebarkan melalui interaksi sosial, dibuat menggunakan teknik penyebarluasan yang sangat mudah digunakan dan dikembangkan.

Dari definisi di atas, kita ketahui bahwa dengan social media, dunia maya bisa menjadi seperti halnya dunia nyata. Dengan kata lain, internet telah menjadi ranah (tempat) umum.

Apakah kita kenal setiap orang yang kita temui di tempat umum? Tentu saja tidak. Misalnya saja Anda sedang dalam perjalanan di bis, orang di sebelah Anda yang tidak Anda kenal berbasa-basi dan kemudian minta nomor HP Anda. Apa yang akan Anda lakukan? Mungkin jawaban Anda: “Tergantung” atau “Mikir-mikir dulu.”

Kita tidak bisa langsung percaya kepada orang yang baru pertama kali kita kenal. Kalau yang kita beri nomor orang baik-baik, tentunya nggak jadi masalah. Nah, kalau orang yang suka iseng? Misalnya itu nomor diposting di forum komunitas berbau esek-esek, di komunitas gay misalnya :).

Nah, di internet kita juga perlu memperhatikan privasi kita. Berapa persen teman Facebook yang benar-benar Anda kenal? Kalau 100 % dikenal, silakan cantumkan nomor HP atau data penting lainnya. Ini penting, untuk jaga-jaga supaya nantinya nggak dikerjain.

Kemudian, saran saya (kalau boleh menyarankan), perhatikan juga apa yang Anda tulis di internet. Apa yang Anda tulis di internet sudah pasti akan dibaca orang lain. Ini sama saja dengan di dunia nyata. Anda mungkin akan menjaga ucapan maupun tindakan di tempat umum.

Usahakan menuliskan sesuatu yang berguna di internet. Misalnya, di Facebook, usahakan agar tidak menyebar aib sendiri maupun orang lain. Tulislah status, komentar, atau pesan dinding yang tidak melukai perasaan orang lain. Mungkin saja calon pasangan, manajer personalia, atau calon mertua mempelajari “siapa sesungguhnya kita” di akun Twitter, Facebook, Koprol, dsb.

Intinya, berbuat baiklah kepada diri sendiri dan orang lain. Niscaya kebaikan akan datang kepada kita. Itu adalah rumus kehidupan yang mungkin mudah diucapkan, namun sering kali sulit dilaksanakan.

Berikut beberapa contoh social media:

Blogs: Blogspot, WordPress

Mikroblog: Koprol, Kronologer, Plurk, Twitter

Jejaring sosial: Facebook, MySpace, Ning, Friendter

Wiki: Wikipedia, Wikimapia

Forum: Kaskus, Bluefame

Tulisan terkait:

  1. Fasilitas Buku Telepon (Phonebook) di Facebook
  2. Perbedaan Grup dengan Halaman (Fan Page) Facebook
  3. Menampilkan Nomor Urut pada Hasil Pencarian Google