Sudah lama saya tidak berkomunikasi dengan orang bisu. Nah, beberapa hari kemarin aku diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan mereka lagi.

Cerita pertama:

Di suatu sore yang cerah, datanglah dua cewek (cakep lho, hehe :) ) di konter Hp-ku. Cewek pertama (sebut saja namanya ‘Dewi’, kalau ‘Bunga’ nanti dikira korban apaan :) ) senyam-senyum sambil menunjuk-nunjuk daftar harga di dinding. Saya spontan menyambut dengan sapaan ramah: “Silakan, Mbak. Mau isi lagu?”

Si Dewi malah makin senyam-senyum dengan bahasa tubuh yang seperti malu-malu. Lha, saya malah jadi salah tingkah dan terus mencoba menanyakan apa mau si Dewi itu. Kemudian datang teman ceweknya (sebut saja ‘Laras’). Akhirnya si Dewi bersuara. Tapi bunyinya cuma “Ah! Eeh!” sambil memainkan jari-jemari tangannya.

Nah, nah! Ternyata mereka bisu. “Kok punya HP?” begitu pikir saya seketika. Lalu si Laras memperlihatkan galeri foto di Nokia 7610-nya. “Oh! Mau cetak foto?” sudah tahu mereka bisu tapi tetap saya ajak ngomong :). Saya tunjukkan salah satu foto hasil cetakanku untuk memastikan. Mereka membalas dengan manggut-manggut.

Si Laras menunjukkan menu transfer gambar lewat bluetooth di HP-nya. Kemudian menunjukkan ukuran foto yang mau dicetak. Kemudian… (cerita dipercepat) …

Dalam keadaan demikian, otomatis kebanyakan bentuk komunikasi yang kami lakukan adalah dengan bahasa tubuh atau bahasa isyarat. Misalnya waktu saya mengatur penempatan foto-foto, si Laras memberi tanda agar antar foto diberi jarak. Atau menggunakan tulisan. Misalnya, untuk berbasa-basi sayamenulis “SLB?” (maksudnya aku tanya, “dari SLB ya Mbak?”). Waktu mereka mau pulang, si Laras menunjukkan tulisan “HAPUS” di telapak tangannya (yang artinya, “Tolong foto-foto kami dihapus dari komputer!”).

Dari rok yang dipakai Dewi, saya menyimpulkan bahwa SLB mereka setingkat SMA.

Cerita pertama selesai.

Cerita kedua:

Hari berikutnya… Di suatu pagi yang cerah, turunlah seorang anak (ganteng juga lho.. hehehe :) Tapi saya jangan dibilang maho!) yang masih berpakaian seragam SMP lengkap dari sepedanya. Sebut saja namanya Hardi (kalau Agus terlalu pasaran. Hehehe… Peace buat yang bernama Agus).

Si Hardi begitu datang langsung melihat-lihat deretan kartu perdana. Saya langsung saja bertanya, “Mau beli perdana, Dik?” Si Hardi tetap diam sambil terus memperhatikan para kartu perdana yang terbaring pasrah menunggu dibeli. Saya jadi salah tingkah karena tidak mendapat respon sama sekali.

Dan akhirnya, seperti cerita pertama, keluarlah suara si Hardi. Dan tahulah saya kalau dia bisu. Anak sekolah bisu dari mana lagi kalau bukan dari SLB? Mungkin si Hardi datang ke konter HP-ku atas referensi si Dewi dan si Laras.

Percakapan selanjutnya tentu saja memakai bahasa isyarat, meski mulut saya juga tetap bersuara. Misalnya waktu saya tanya, “Kartunya diaktifkan di sini?” sambil tangan saya menunjuk sakunya (siapa tahu dia menyimpan HP di situ). Ternyata HP dia keren juga lho, Nokia 6680.

Cerita kedua selesai.

Pelajaran dari cerita di atas…

  1. Ternyata kehidupan orang tunawicara atau bisu tidak jauh berbeda dengan orang kebanyakan.
  2. Meski dikatakan tidak normal, namun itu hanya sebatas cara mereka berkomunikasi saja. Yang penting otaknya masih normal
  3. Sering kali orang bisu (atau orang cacat jenis lainnya) mendapat diskriminasi di masyarakat. Saya sangat menyayangkan keadaan ini. Marilah kita tetap me-manusia-kan teman yang memiliki kekurangan fisik.
  4. Orang cacat fisik yang sering mendapat perlakuan diskriminatif bisa memungkinkan dia juga menjadi cacat mental karena stres, dan sebagainya.
  5. Yang paling penting: Bersabarlah jika berkomunikasi dengan penderita cacat fisik!

Semoga tulisan ini bermanfaat. Kritik dan saran diterima :)

2

Kenapa? Karena belum bisa mandiri. Mangan turu melu wong tuwa (makan tidur ikut orang tua). Itulah yang saya sesalkan.

Tentang kebodohan saya. Tentang keputusan-keputusan salah yang saya ambil. Tentang berbagai kenekatan yang saya lakukan. Tentang sifat egois yang membuat berbagai masukan sulit masuk.

Saya ingin membuat perubahan di bulan Desember. Terutama kondisi finansial saya. Saya sudah merasakan sendiri susahnya nggak punya duit. Dan semoga saya bisa bersikap baik kepada siapapun.

Saya ingin mengakhiri tahun 2009 dengan baik. Saya butuh dukungan. Semoga teman-teman bisa membantu.

7

Ceritanya, saya mau curhat. Hehehe :)

Meski saya punya kecenderungan individualis, saya tetap tidak bisa jauh dari orang lain. Yang namanya orang hidup, pastilah beraktivitas. Dan aktivitas ini biasanya menimbulkan bunyi-bunyian. Bahkan orang tidur pun beraktivitas. Misalnya mengorok, melukis pulau, dan sebagainya :).

Dari berbagai aktivitas manusia ada beberapa yang tidak saya sukai. Alasannya bisa macam-macam, mulai dari yang tidak masuk akal sampai yang sangat tidak masuk akal :). Oke, akan saya bahas satu persatu.

  1. Suara orang ngrasani (ngomongin kejelekan) saya
    Kalau yang ini meski nggak suka, tapi bikin penasaran. Jadinya pengin nguping kalau ada kesempatan. Kadang-kadang telinga saya tajam, lho. Awas kena! Hehehe :D
  2. Suara motor yang di-gas keras-keras
    Bikin hati miris dan kasihan juga sama motornya. Bukan orangnya. Hehehe :)
  3. Kothekan
    Jangan berfikir tentang pakaian dalam para lelaki Papua, ya! Hmm.. susah juga mendeskripsikannya. Kothekan adalah: nge-drum nggak pakai drum, tapi pakai meja, kursi, kaleng, dan sebagainya. Biasanya kalau mendengar orang kothekan di dekat saya, saya menyingkir. Atau tetap di tempat dengan memendam perasaan. Sebenarnya ada juga kothekan yang bagus. Biasanya dipakai untuk pertunjukan. Yang ini saya jarang mendengarnya.
  4. Suara be’ol dan kencing saya sendiri
    Maksudnya saya nggak suka kalau suara ini sampai didengar orang :D. Malu ah.
  5. Suara “Ck
    Entah kenapa saya terganggu dengan suara yang mirip suara cicak ini. Suara “Ck” menandakan keluhan atau kekecewaan. Apalagi “Ck” ini diucapkan berkali-kali pakai jeda. Apalagi “Ck” ini ditujukan kepada saya :). Tapi kalau diulang-ulang nggak pakai jeda (Ck Ck Ck Ck) itu berarti kekaguman :D. Yang ini saya suka. Apalagi kalau ditujukan kepada saya. Hahaha :D
  6. Lagu Tak Gendhong dan Bagun Tidur-nya Mbah Surip
    Saya tidak menyalahkan Mbah Surip. Cuman Read the rest of this entry…
13

Kategori

Iklan Google

Link

RSS Berita Pati

Papan nama mardianto.com

Gambar di atas adalah tersangka kasus munculnya blog mardianto.com di internet


Foto ini memiliki keanehan. Jika Anda pandangi terus-menerus pada jam 12, malam Jum'at (nggak perlu Jum'at Kliwon), maka wajah dalam foto akan menoleh kepada Anda. Beritahu teman-teman Anda untuk melihat keanehan ini. Ini adalah hoax


arsip

Konter HP mardianto.com on Facebook

Twitter Saya

  • Hujan deras disertai angin semribit terjadi di Pati sejak pukul 15.20 http://bit.ly/dglEjV - posted on 08/03/2010 15:31:56
  • Baru sadar kalau hujan sudah berhenti :) http://bit.ly/9U1C0U - posted on 07/03/2010 15:26:49
  • Pati menerima guyuran hujan deras sejak pukul 14.35 http://bit.ly/9SPLEN - posted on 07/03/2010 14:58:03
  • Ada perdana IM3 cantik! 085 727 742 742. Harga Rp. 30.000. Itu sudah termasuk pulsa Rp. 10.000 di dalamnya (kartu... http://bit.ly/blcttW - posted on 06/03/2010 16:42:09
  • Fiuhh... Akhirnya bisa tutup. Tidak mungkin mengusir pelanggan, kan? :) http://bit.ly/9V2myT - posted on 04/03/2010 23:07:29
Follow me on Twitter

awan tag